Internalisasi Nilai-Nilai Ekoteologi Melalui Hidden Curriculum Dalam Membentuk Etika Lingkungan Mahasiswa PAI Universitas Ahmad Dahlan

Authors

  • Zanuba Naila Firdausa Em. Ha Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Iefone Shiflana Habiba Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Sabarudin Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Muhammad Ihsan Siregar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.59240/kjsk.v6i4.1089

Keywords:

hidden curriculum, Islamic ecotheology, Value Internalization, environmental ethics, Islamic Religious Education students

Abstract

Krisis lingkungan yang semakin kompleks menuntut hadirnya pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kesadaran dan etika lingkungan. Dalam perspektif Pendidikan Agama Islam, nilai-nilai ekoteologi yang berlandaskan konsep amanah, khalifah, dan tanggung jawab terhadap alam perlu diinternalisasikan secara berkelanjutan melalui berbagai pengalaman pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengalaman mahasiswa dalam menginternalisasi nilai-nilai ekoteologi melalui hidden curriculum di Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan. Fokus penelitian meliputi perubahan cara pandang terhadap lingkungan, kesadaran ekologis berbasis nilai agama, tanggung jawab moral terhadap lingkungan, dan perilaku prolingkungan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan pengalaman dan keterlibatan mereka dalam aktivitas akademik maupun kemahasiswaan. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidden curriculum berkontribusi signifikan terhadap pembentukan etika lingkungan mahasiswa. Mahasiswa mengalami perubahan cara pandang dari perspektif yang berorientasi pada kebersihan fisik menuju pemahaman lingkungan sebagai amanah dan tanggung jawab keagamaan. Kesadaran ekologis berkembang melalui pemaknaan nilai-nilai Islam, yang kemudian mendorong munculnya tanggung jawab moral serta berbagai perilaku prolingkungan, seperti menjaga kebersihan, memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan menghemat sumber daya. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi konsep hidden curriculum, internalisasi nilai dalam pendidikan Islam, dan ekoteologi Islam dalam menjelaskan pembentukan etika lingkungan mahasiswa. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian ekoteologi pendidikan Islam serta memberikan rekomendasi bagi pengembangan budaya akademik yang mendukung pembentukan karakter ekologis secara berkelanjutan.

References

`Abidin, Z., Slamet, I., Wijayanti, I., & Kamal, Y. (2024). The hidden curriculum in Islamic religious education and its impact on the character formation of Sudirman Kaliangkrik Islamic High School students. Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner. https://doi.org/10.59944/amorti.v3i1.123

Agustin, A. B., & Sukirman, S. (2021). Aktualisasi hidden curriculum pendidikan agama Islam dan implikasinya dalam pembentukan sikap sosial siswa. Alim: Journal of Islamic Education. https://doi.org/10.51275/alim.v3i1.189

Alamin, N., Rahmawati, Z., Maha, M. B., Nisa, S., & Zalzuli, A. (2024). Hidden curriculum in students’ activities at modern Islamic boarding school: Phenomenology study at Darussalam Gontor Islamic Boarding School, Ponorogo, East Java. MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman. https://doi.org/10.30821/miqot.v48i1.1134

Assa, A. F. (2022). Peran mahasiswa dalam kegiatan manajemen lingkungan di area kampus. IJD-Demos. https://doi.org/10.37950/ijd.v4i3.330

Basri, S., Adnan, Y., Widiastuty, L., Syamsul, M. A., & Indar, I. (2024). Islamic environmental ethics: A cultural framework for sustainable resource management and global ecological stewardship. Diversity: Disease Preventive of Research Integrity. https://doi.org/10.24252/diversity.v5i2.52342

Basyirah, R., Fatimah, A., Fuad, N., & Khuluqo, I. E. (2024). The hidden curriculum in Islamic education: Developing critical thinking and moderate attitudes among students. Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam. https://doi.org/10.37812/fikroh.v17i1.1401

Firmansyah, M., & Saputra, M. (2025). Peran dan praktik baik guru sekolah Adiwiyata dalam membentuk karakter peduli lingkungan. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter. https://doi.org/10.31764/pendekar.v8i3.33805

Hr, S. (2020). Manifestasi hidden curriculum dalam pendidikan agama Islam. Ekspose, 1(1), 947–954. https://doi.org/10.30863/ekspose.v1i1.769

Huballoh, N. J. F. (2026). Pembentukan karakter peduli lingkungan melalui pembiasaan kebersihan oleh guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Selong. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia. https://doi.org/10.62491/njpi.2026.v6i1-17

Jackson, P. W. (1968). Life in Classrooms. New York, NY: Holt, Rinehart and Winston.

Khoda, K. S., Tamam, A. M., & Rahman, I. K. (2023). Pengaruh hidden curriculum dalam pembentukan karakter religius peserta didik di SMK Islam Lukman Al Hakim Kabupaten Bogor. Tarbawi: Jurnal Pendidikan Agama Islam. https://doi.org/10.26618/jtw.v8i02.4922

Latif, M. S., Tharaba, M., Susilawati, S., Mutniati, V. P., Mu’in, M. L. A., & Munawaroh, A. (2025). Study of hidden curriculum as a method of non-formal education in Islamic boarding schools. Journal of Instructional and Development Researches. https://doi.org/10.53621/jider.v5i1.475

Lellya, I., Syahbudin, A., Juairiah, J., & Zahra, F. A. (2025). The role of the campus environment in the formation of Islamic education values. Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education. https://doi.org/10.31538/tijie.v7i1.2351

Muhaimin. (2004). Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nagashima, J., & Gibbs, N. P. (2021). Sensegathering and iteration: The evolution of a character education framework in higher education. Journal of Moral Education, 51(4), 518–534. https://doi.org/10.1080/03057240.2021.1909547

Nasr, S. H. (1996). Religion and the Order of Nature. New York, NY: Oxford University Press.

Obaid, Y., Abidin, A. N., Samsuddin, S., Kadir, S. F., & Baharuddin, A. (2024). Revealing identity to form student character: Application of the hidden curriculum in Islamic legal education. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam. https://doi.org/10.22373/sjhk.v8i3.24061

Oktaviana, A. P., Nabiilah, D. S., Agustina, F., & Wahyudi, A. (2025). Implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan sejak dini di sekolah dasar. JS (Jurnal Sekolah). https://doi.org/10.24114/js.v9i1.64776

Quddus, A. (2017). Ecotheology Islam: Teologi konstruktif atasi krisis lingkungan. Ulumuna: Jurnal Studi Keislaman, 16(2), 311–346. https://doi.org/10.20414/ujis.v16i2.181

Rakhmat, A. (2022). Islamic ecotheology: Understanding the concept of khalifah and the ethical responsibility of the environment. Academic Journal of Islamic Principles and Philosophy. https://doi.org/10.22515/ajipp.v3i1.5104

Setiawan, W. (2020). Hidden curriculum dan problem lingkungan pendidikan Islam. Tsamratul Fikri: Jurnal Studi Islam. https://doi.org/10.36667/tf.v14i1.374

Surjana, A. A., Amiruddin, M. A. A., & Yusoff, A. F. (2025). Higher education institutions and the character building of Muslim students: A literature review. Journal of Research, Innovation, and Strategies for Education (RISE). https://doi.org/10.70148/rise.v2i4.1

Widiyastuti, D. A., Nurtamara, L., & Ulimaz, A. (2024). Analisis kesadaran dan literasi lingkungan pada mahasiswa pendidikan biologi. Journal on Education. https://doi.org/10.31004/joe.v6i4.5880

Downloads

Published

2026-11-07

How to Cite

Zanuba Naila Firdausa Em. Ha, Iefone Shiflana Habiba, Sabarudin, & Muhammad Ihsan Siregar. (2026). Internalisasi Nilai-Nilai Ekoteologi Melalui Hidden Curriculum Dalam Membentuk Etika Lingkungan Mahasiswa PAI Universitas Ahmad Dahlan. Kartika: Jurnal Studi Keislaman, 6(4), 6270–6286. https://doi.org/10.59240/kjsk.v6i4.1089