Hubungan Sedarah dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam
DOI:
https://doi.org/10.59240/kjsk.v6i3.1238Keywords:
Incestuous Relationships, Islamic Family Law, Maqāṣid Al-Sharī'ah, Ḥifẓ al-Nasl, Family HonorAbstract
Incestuous relationships are prohibited in Islam because they contradict Islamic legal provisions and the principles governing family formation. This prohibition is closely related to the protection of lineage and family honor as part of the objectives of maqāṣid al-sharī'ah. This study aims to analyze incestuous relationships from the perspective of Islamic Family Law and to examine the protection of lineage and family honor in relation to incestuous relationships. This research employs normative legal research with a qualitative approach. The data were obtained through library research, including the Qur'an, Hadith, the Compilation of Islamic Law, legislation, books, scientific journals, and relevant previous studies. The findings indicate that incestuous relationships are prohibited in Islamic Family Law because they contradict Islamic legal provisions and the principles of protecting lineage and family honor. This prohibition also demonstrates the importance of maintaining the boundaries of mahram relationships and order within family life. Therefore, the application of maqāṣid al-sharī'ah, particularly ḥifẓ al-nasl and ḥifẓ al-'ird, is essential in protecting lineage, dignity, and the continuity of the family.
References
Abdurrahman. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo, 2018.
Abu Zahrah, Muhammad. Al-Aḥwāl al-Syakhṣiyyah. Kairo: Dār al-Fikr al-'Arabī, 1957.
Afifah, dan L. A. Yuni. "Penetapan Konstitusi dan Hukum Islam Terkait Tes DNA sebagai Dalil Keabsahan Anak." MAQASID: Jurnal Studi Hukum Islam 13, no. 2 (2024).
Ahsan, Khoirul, Abu Rivai, dan Ghufran Jauhar. "Urgensi Pendidikan Gender pada Keluarga Muslim Ditinjau dari Maqāṣid Syariah." Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam 2, no. 2 (2024).
Al-Qaradawi, Yusuf. Al-Ḥalāl wa al-Ḥarām fī al-Islām. Beirut: Al-Maktab al-Islami, 2001.
Al-Syāṭibī. Al-Muwāfaqāt fī Uṣūl al-Syarī'ah. Beirut: Dār al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1997.
Al-Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuh. Damaskus: Dār al-Fikr, 2011.
Artamerano, A. T., I. Hasanah, dan S. Zakaria. "Analisis Kritis Perlindungan Hak Anak Hasil Incest: Studi Putusan Pengadilan Agama Malang." Al-Hakam: The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues 6, no. 1 (2026): 123-139.
Auda, Jasser. Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: The International Institute of Islamic Thought, 2008.
Fadli. "Akibat Hukum Hubungan Sedarah terhadap Status Anak dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia." Jurnal Hukum (2022).
Ghozali, Abdul Rahman. Fiqh Munakahat. Jakarta: Prenadamedia Group, 2019.
Harun, Muhammad Safwan, Marjohan, dan Syarif. "Prinsip Ḥifẓ al-Nasl dan Ḥifẓ al-'Ird dalam Pembentukan Keluarga Sejahtera Menurut Maqāṣid al-Syarī'ah." Jurnal Syariah 33, no. 3 (2025).
Ibn Kathīr. Tafsir al-Qur'an al-'Aẓīm. Riyadh: Dār Ṭayyibah, 2000.
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Edisi Revisi. Jakarta: Kencana, 2021.
Mohammad, M. Kholid Saifulloh, M. T. Ramadlani, dan A. Ghazali. "Nasab, Waris, dan Hak Keperdataan: Kajian Komparatif Hukum Islam dan Hukum Positif untuk Anak Hasil Zina." Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam 3, no. 1 (2025).
Musarrofa, dan Muttaqin. "Reaktualisasi Maqāṣid al-Syarī'ah dalam Perlindungan Martabat Manusia pada Hukum Keluarga Islam." Al-Hurriyah: Jurnal Hukum Islam (2024).
Nurlaili, dan Fathurrahman. "Larangan Perkawinan Sedarah Berdasarkan Fikih dan Kompilasi Hukum Islam." Jurnal Hukum Islam (2022).
Purnama, R., dan A. Tanjung. "Larangan Perkawinan Sedarah dalam Kompilasi Hukum Islam dan Implementasinya di Indonesia." Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam (2024).
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Republik Indonesia. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Sary, W. E., dan F. A. Afroo. "Problematika Perlindungan Hukum terhadap Anak Korban Incest: Tantangan dan Harapan." Jurnal Ilmiah Kutei 24, no. 1 (2025): 80-98.
Soekanto, Soerjono, dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2019.
Syafri, Riyandi. "Penghapusan Stigma Anak di Luar Nikah dengan Pendekatan Hukum Islam Berbasis Maqāṣid al-Sharī'ah." Ameena Journal 3, no. 2 (2025).
Syarifuddin, Amir. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana, 2014.
Taufiki, M. "Konsep Nasab, Istilhâq, dan Hak Perdata Anak Luar Nikah." AHKAM: Jurnal Ilmu Syariah 12, no. 2 (2012).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 M. Raihan Akbar, Eko Hidayat, Syeh Sarip Hadaiyatullah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



