Hak Prerogatif Presiden Pasca Revisi Undang-Undang Kementerian Negara: Tinjauan Konstitusional dan Fiqh Siyasah
DOI:
https://doi.org/10.59240/kjsk.v5i3.411Keywords:
Presidential Prerogative Rights, State Ministries, Fiqh Siyasah Dusturiyah, Checks and Balances, ConstitutionalismAbstract
The revision of Article 15 of Law No. 39 of 2008 through Law No. 61 of 2024, which removes the limit on the number of ministries, has caused academic concern regarding the potential concentration of executive power, which is contrary to the principle of checks and balances in Indonesia's presidential system. This study aims to analyze the legal implications of this revision on the president's prerogative rights and to examine the principles of fiqh siyasah dusturiyah as the ethical basis for limiting power. The research method uses a normative legal approach with descriptive-analytical analysis, combined with a conceptual and statute approach, as well as a fiqh siyasah dusturiyah approach that focuses on the principles of maslahah mursalah, 'adl, and syura. The results of the study show that removing the limit on the number of ministries has the potential to cause constitutional overreach because it weakens the legislative oversight function and opens up opportunities for patronage politics. The fiqh siyasah dusturiyah perspective emphasizes that the formation of ministries must be oriented towards the public interest, not pragmatic political interests. The integration of positive law and fiqh siyasah dusturiyah produces a constitutional ethics model that balances formal legality and the morality of power The implications of this study recommend limiting the president's prerogative rights through proportional, efficient, and public interest-oriented regulatory revisions.
References
Ainul Haq, M., Cendekiawan, M., Rifan, M., & Hasan, R. Y. (2021). Dinamisasi kabinet dan upaya konsistensi sistem presidensial di Indonesia. Jurnal Hukum dan Kenotariatan, 5(2), 327. https://doi.org/10.33474/hukeno.v5i2.10756
Aryansa. (2022). Implementasi prinsip-prinsip good governance dalam sistem pemerintahan di Indonesia ditinjau dari fiqh siyasah. ELQONUN: Jurnal Hukum Ketatanegaraan, 1(1), 43. https://doi.org/10.19109
Budiman, M. (2017). Kekuasaan presiden dalam sistem pemerintahan (Suatu kajian terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945). Al-Ishlah: Jurnal Ilmiah Hukum, 20(1), 29.
Dahlan, D. (2021). Etika politik dalam Islam (konstruksi dan perspektif). Menara Ilmu, 15(1), 42. https://doi.org/10.31869/mi.v15i1.2389
Dairani, D., & Fadlail, A. (2025). Desain ideal amandemen UUD 1945: Antara pembatasan masa jabatan dan penguatan sistem presidensial. Jurnal Kajian Konstitusi, 5(1), 129. https://doi.org/10.19184/j.kk.v5i1.53696
Darmawan, M. et al. (2025). Efisiensi anggaran dan dampaknya terhadap praktik good governance di Kementerian Dalam Negeri dalam era reformasi birokrasi. Journal of Social Contemplativa, 3(1), 13. https://doi.org/10.61183/jsc.v3i1.88
Efriza. (2019). Penguatan sistem presidensial dalam Pemilu Serentak 2019. Jurnal Penelitian Politik, 16(2). https://doi.org/10.14203/jpp.v16i1.772
Fadilah, H. N., Saebani, B. A., & Sutiana, Y. (2025). Tinjauan siyasah dusturiah terhadap Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang perubahan masa jabatan kepala desa menjadi 8 tahun. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(4), 3078. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i4.1657
Firdaus, M. T. (2024). Urgensi paradigma legisprudence: Praktik abusive legislation dalam revisi Undang-Undang Kementerian Negara. APHTN-HAN, 4(1), 49. https://doi.org/10.55292/japhtnhan.v4i1.169
Firdaus Arifin. (2024). Pembentukan kabinet dalam sistem pemerintahan presidensial di Indonesia: Studi komparasi UUD 1945 sebelum dan setelah perubahan. Lex Renaissance, 9(2), 348. https://doi.org/10.20885/jlr.vol9.iss2.art5
Ghafur, J. (2023). Terhadap pembentukan kabinet profesional (Zaken Kabinet) di Indonesia. KNAPHTN-HTN, 1(1), 1020. https://doi.org/10.55292/10eyh576
Hutasuhut, U. et al. (2022). Problematika implementasi kebijakan Kota Bandar Lampung dalam mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum: Perspektif siyasah dusturiyah. As-Siyasi: Journal of Constitutional Law, 2(2), 144. https://doi.org/10.24042/as-siyasi.v2i2.12961
Kartika Aprilya, P., & Tohawi, A. (2024). Implementasi prinsip syura dalam sistem pemerintahan daerah. Islamic Law: Jurnal Siyasah, 9(1), 1. https://doi.org/10.53429/iljs.v9i1.593
Kelmaskosu, K., & Rauta, U. (2025). Kekuasaan presiden dalam pembentukan kabinet menurut sistem presidensial. Jurnal USM Law Review, 8(1), 143. https://doi.org/10.26623/julr.v8i1.11739
Mahendra, Y. I. (2024). Yusril sepakat dengan DPR, UU Kementerian tak seharusnya atur jumlah. CNN Indonesia.
Muhamad, D., Abdurrahman, B., & Fauzi, A. P. (2022). Penyalahgunaan wewenang (abuse of power) presiden dalam penyelenggaraan pemilu. Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 1(12), 2999. https://doi.org/10.54443/sibatik.v1i12.488
Muhtar, M. H. (2023). Hukum Tata Negara (A. Iftitah, Ed.; 1st ed.). PT Sada Kurnia Sada.
Prasetya, H. I. (2023). The law of lawmaking as quasi constitutional legislation. Jurnal Konstitusi, 20(1), 36. https://doi.org/10.31078/jk2013
Purnomo, C. E. (2016). Pengaruh pembatasan kekuasaan presiden terhadap praktik ketatanegaraan Indonesia. Jurnal Konstitusi, 7(2), 159. https://doi.org/10.31078/jk727
Putri, S. U., & Zikriani, N. (2025). Tinjauan kaidah taṣarruf al-imām ‘alā al-ra’iyyah manūṭun bi al-maṣlaḥah terhadap kebijakan efisiensi anggaran dalam Inpres No. 1 Tahun 2025. Studi Islam dan Bahasa Arab, 1(1), 113. https://doi.org/10.36701/muntaqa
Rahmaningsih, A. A., & Rizqi, R. (2022). Agama dan moral dalam pembentukan substansi dan struktur hukum. As-Siyasi: Journal of Constitutional Law, 2(2), 163. https://doi.org/10.24042/as-siyasi.v2i2.13884
Republik Indonesia. (2024). Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.
Rinaldo, M. E., & Pradikta, H. Y. (2021). Analisis fiqh siyasah dusturiyah dalam pembentukan peraturan tentang trading in influence dalam hukum positif di Indonesia. As-Siyasi: Journal of Constitutional Law, 1(1), 67. https://doi.org/10.24042/as-siyasi.v1i1.8955
Rishan, I. (2020). Risiko koalisi gemuk dalam sistem presidensial di Indonesia. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 27(2), 220. https://doi.org/10.20885/iustum.vol27.iss2.art1
Salsabila, D. K. D., et al. (2025). Prinsip keadilan dalam syariat Islam: Antara kewajiban berlaku adil. Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan, 2(4), 680. https://jurnal.ittc.web.id/index.php/jkis/index
Santoso, R., et al. (2021). Optimalisasi tugas dan fungsi DPRD dalam mewujudkan pemerintahan bersih. As-Siyasi: Journal of Constitutional Law, 1(1), 82. https://doi.org/10.24042/as-siyasi.v1i1.8960
Sari, S. P. (2014). ر. Pontificia Universidad Catolica Del Peru, 8(33), 44.
Satrio Prakoso, T. (2021). Pelaksanaan hak prerogatif presiden. Dharmasisya, 1(3), 29. https://scholarhub.ui.ac.id/dharmasisya/vol1/iss3/29
Sayuti, S. (2024). Konsep wilayatul hisbah menurut Imam Al-Mawardi. Siyasah Wa Qanuniyah: Jurnal Ilmiah Ma’had Aly Raudhatul Ma’arif, 2(1), 51. https://doi.org/10.61842/swq/v2i1.20
Seputra, H. R., & Suyatno, S. (2024). Kekuasaan sebagai dasar legitimasi hukum dalam pemikiran filsafat hukum. AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 5(1), 12067. https://doi.org/10.37680/almikraj.v5i01.6234
Siboy, A. (2023). Desain jalan tengah penggunaan hak prerogatif presiden dalam penyusunan kabinet. Konferensi Nasional Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara, 1(1), 949. https://doi.org/10.55292/1njmxw22
Sirajuddin, M. (2023). Hukum Islam dan implementasinya terhadap hukum positif di Indonesia (M. A. R. Hakim, Ed.). CV Brimedia Global.
Sugianto, R. U. I., Trijayanti, R. M., Ramadhan, M. F., & Zamroni, M. (2025). Fiqh siyasah: Tugas pemimpin dalam Islam. Jurnal Studi Islam Indonesia, 3(1), 161. https://doi.org/10.61930/jsii.v3i1.1093
Suhaimi, A. (2025). Implementasi prinsip al-maslahah dalam pelayanan publik berbasis digital di Nganjuk: Perspektif fiqh siyasah. Islamic Law: Jurnal Siyasah, 10(2), 215. https://doi.org/10.53429/iljs.v10i2.1831
Sulkiah. (2020). Pelaksanaan hak prerogatif presiden dalam penyusunan kabinet berdasarkan Pasal 17 UUD 1945 amandemen: Suatu tinjauan sistem ketatanegaraan Indonesia. Nurani Hukum, 2(1), 42. https://doi.org/10.51825/nhk.v2i1.8169
Supremasi, L., at al. (2025). Legalisasi supremasi eksekutif? Studi sosio-legal terhadap reformasi kementerian di Indonesia. Magister Hukum Udayana, 14(2), 335. https://doi.org/10.24843/JMHU.2025.v14.i02.p03
Syafitri, I., Sunarmi, T. K., & Purba, H. (2025). Contemporary legal certainty in insurance default claims: A comparative study of Islamic and positive law perspectives. MILRev: Metro Islamic Law Review, 4(1), 539. https://doi.org/10.32332/milrev.v4i1.10465
Syarif Hidayatullah. (2020). Maslahah mursalah menurut Al-Ghazali. Al-Mizan, 4(1), 118. https://doi.org/10.33511/almizan.v2n1.115-163
Yuliana, N., Rahmadani, N., & Putri, M. (2025). Kepemimpinan dalam perspektif siyasah syar’iyyah: Relevansi konsep imamah dan demokrasi modern. De Quality: Jurnal Hukum dan Sosial, 1 (1), 34. https://ejournal.risetanakbangsa.id/jhs/article/view/13
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Musyafa Ahmad Attaji, Fathul Mu'in, M. Yasin al Arif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



