Konstruksi Pengetahuan dalam Relasi Kuasa di Pondok Pesantren
DOI:
https://doi.org/10.59240/kjsk.v6i1.451Keywords:
Power Relations, Islamic Education, Knowledge Construction, Pesantren, Educational AuthorityAbstract
This study aims to examine how knowledge is constructed within the dynamics of power relations at Subulus Salam Islamic Boarding School. Using a qualitative method with a case study design, this research explores the interaction between formal and cultural authority structures and their influence on teaching practices and epistemological processes. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation analysis, and were analyzed using an interactive model. The findings reveal that power relations in the pesantren are predominantly shaped by the central role of the kiai, whose authority determines educational policies, the selection of legitimate knowledge, and the direction of students’ intellectual development. This authoritative structure creates a learning environment in which students tend to adopt a passive stance and have limited opportunities for critical engagement. However, the study also identifies emerging initiatives within the institution to encourage intellectual participation, promote dialogical learning, and strengthen students’ critical thinking skills. These efforts indicate a shift toward more transformative and participatory educational practices. Overall, this research demonstrates that balancing traditional authority with inclusive learning strategies is essential for enhancing the quality of Islamic education in pesantren while maintaining their cultural identity.
References
Abdullah. (2019). Modal sosial kepemimpinan kiai dalam mengembangkan pendidikan pesantren di Bangkalan (Disertasi). Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Aini, A. Q. (2022). Relasi kuasa dan komunikasi bungkam di kalangan santri Pondok Pesantren Nurut Tauhid. Risalatuna: Journal of Pesantren Studies, 2(2), 186.
Armita, P. (2017). Melacak akar pemikiran NU dalam menetapkan hadis sebagai hujjah perspektif Michel Foucault. Refleksi, 17(1), 102.
Awaru, A. O. T., et al. (2022). Sosiologi pendidikan. Bima: Yayasan Hamjah Diha.
Bruinessen, M. van. (1995). Kitab kuning, pesantren, dan tarekat: Tradisi-tradisi Islam di Indonesia. Bandung: Mizan.
Dewi, M., & Hakim, F. N. R. (2025). Kekerasan seksual di pesantren: Analisis power and control dengan pendekatan relasi gender. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(4), 12.
Dewi, R. (2024). Implementasi nilai kitab Ta’lim Muta’allim dalam pembentukan akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja. LENTERNAL: Learning and Teaching Journal, 5(2), 246.
Dhofier, Z. (2011). Tradisi pesantren: Studi tentang pandangan hidup kiai dan visinya terhadap masa depan Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Effendy, O. (2020). Ilmu komunikasi: Teori dan praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Foucault, M. (1977). Discipline and punish: The birth of the prison. New York: Pantheon Books.
Foucault, M. (1980). Power/knowledge: Selected interviews and other writings 1972–1977. New York: Pantheon Books.
Habibi, N., & Sholikha, M. (2025). Kontekstualisasi teori Bourdieu dalam pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati. DIMAR: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 269.
Hasyim. (2018). Kiai sebagai otoritas simbolik dalam tradisi pesantren. Islamica: Jurnal Studi Keislaman, 13(2), 189–206.
Ichsan, A. S. (2019). Konstruksi pendidikan relasi kiai dan santri di Pondok Pesantren Lintang Songo Piyungan Yogyakarta. Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam, 11(1), 199–221.
Malik, M. I. (2023). Peran kiai sebagai tokoh sentral dalam masyarakat Desa Tieng Kejajar Wonosobo. Quranicedu: Journal of Islamic Education, 2(2), 221.
Maimun. (2017). Pola pendidikan pesantren perspektif pendidikan karakter. Dorosat: Journal of Islamic Studies, 2(2), 214.
Maimun., Hamdani., Listiana, H., & Lape, P. (2025). Pesantren as a prototype of education with a deep learning approach. Jurnal Pendidikan Islam, 15(1), 33.
Mustikasari, M., Arlin., & Kamaruddin, S. A. (2023). Pemikiran Pierre Bourdieu dalam memahami realitas sosial. KAGANGA: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora, 6(1), 12.
Nurnazmi., & Kholifah, S. (2023). Anatomi teori Pierre Bourdieu pada sosiologi postmodern. Edusociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 6(2), 1319.
Priyanto, J. (2017). Wacana, kuasa, dan agama dalam kontestasi Pilgub Jakarta. Thaqafiyyat, 18(2), 191.
Piroddi, C. (2021). Hope, habitus and social recognition: A Bourdieusian proposal. Journal for the Theory of Social Behaviour, 51(4), 619–635.
Ratna Dewi. (2024). Implementasi nilai kitab Ta’lim Muta’allim dalam pembentukan akhlak santri. LENTERNAL, 5(2), 246.
Ridwan, A. (2020). Kajian sosial kepesantrenan dalam bingkai varian teori praktis. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 8(2), 162.
Rifqi, R. M., Mahmuudy, R., & Faristiana, A. R. (2023). Transformasi pesantren menghadapi era revolusi digital 4.0. Al-Adalah: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, 1(3), 241.
Rohani. (2024). Transformasi relasi kiai dan santri dalam tradisi pesantren. Manarul Quran: Jurnal Studi Islam, 24(2), 29.
Rusydiyah, E. F., & Ar, Z. T. (2020). Relasi kuasa kiai pesantren dan pejabat publik dalam kebijakan pendidikan Islam di Madura. Jurnal Review Politik, 10(1), 27.
Subakir, A. (2018). Relasi kiai dan kekuasaan. Kediri: STAIN Kediri Press.
Sunaryo. (2023). (Inter-) relasi kekuasaan dan kebenaran menurut Michel Foucault. Jurnal Dekonstruksi, 9(3), 34.
Syafe’i, I. (2017). Pondok pesantren: Lembaga pendidikan pembentukan karakter. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8, 98.
Tohari, A., & Mujlipah, N. (2024). Moderasi beragama pada portal keislaman Islami.co. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 1(1), 41.
Utami, N. W. (2018). Komunikasi interpersonal kyai dan santri dalam pesantren modern. Jurnal Komunikasi, 12(2), 141.
Usman. (2025). Peran kyai sebagai pendidik dan pemimpin dalam pendidikan agama Islam. Al-Mustaqbal: Jurnal Agama Islam, 2(1), 51.
Wahid, A. (1985). Pesantren sebagai subkultur. Dalam Pergulatan negara, agama, dan kebudayaan. Jakarta: Desantara.
Wibowo, H. (2020). Etika santri kepada kiai menurut kitab Ta’limul Muta’allim. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, 4(2), 7.
Yani., Katni., & Erwahyudin, D. D. (2025). Implementasi pendekatan habitus dalam pembentukan akhlak santri. Tamaddun: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Keagamaan, 26(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Juhairiyah, Maimun, A. Sa’dud Darain, Eliyatul Fitriyah, Achmad Junaidi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



