Konstelasi Budaya dalam Pembentukan Sistem Pendidikan: Studi Perbandingan Indonesia, Jepang, Finlandia, dan Singapura

Authors

  • Adi Asmara Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Kashardi Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Asmi Astuti Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Dharmawati Ambarita Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • M. Thoha Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Atik Maryanti Universitas Muhammadiyah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.59240/kjsk.v5i3.467

Keywords:

Culture, Education, Comparative Education, Education System, Cultural Influence

Abstract

Culture plays an important role in shaping thinking patterns, values, and educational practices across countries. This article aims to analyze the influence of culture on Indonesia's education system and compare it with several other countries, such as Japan, Finland, and Singapore. Through a literature-based approach, the study identifies that cultural differences result in variations in teaching methods, teacher-student relationships, disciplinary approaches, and educational objectives. In Indonesia, a collectivist culture and respect for authority tend to emphasize structured, teacher centered learning. In contrast, Finland highlights an egalitarian culture that supports independence and student-centered learning. Japan exhibits a culture of hard work and high discipline, while Singapore emphasizes strong competitiveness in line with its work-oriented culture. The findings indicate that culture significantly contributes to the characteristics of a country's education system. Understanding these cultural influences is essential for designing relevant and contextual educational innovations in Indonesia.

References

Balok, S. (2024). Model budaya pembentukan karakter dalam sistem pendidikan di Jerman dan Australia: Kajian komparatif dan aplikatif terhadap model pendidikan karakter di Indonesia. Indonesian Character Journal, 1(1), 25–36.

Dwi Ratnawati, K. D., Kusumaningrum, K. D., & Muhtarom, T. (2024). Analisis perbandingan komparasi pendidikan negara maju untuk kemajuan pendidikan sekolah dasar di Indonesia. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, 2(3), 110–118. https://doi.org/10.55606/jubpi.v2i3.3048

Fauzie, M. A., Ali, M., Ali, H., Veranika, R. M., & Darmawan, R. (2022). Perancangan dan pembuatan alat pendingin air aquascape dengan kapasitas air 10 liter. Jurnal Desiminasi Teknologi, 10(2). https://doi.org/10.52333/destek.v10i2.945

Fijriah, H., Mislaini, M., & Ningsih, S. Y. (2024). Konsep dasar studi perbandingan pendidikan. Moral: Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 1(4), 233–247. https://doi.org/10.61132/moral.v1i4.306

Hasan, M., Milawati, Darodjat, Harahap, T. K., & Tahrim, T. (2021). Media pembelajaran. Tahta Media Group.

Jannah, N., & Umam, K. (2021). Peran orang tua dalam pendidikan karakter berbasis keluarga di masa pandemi Covid-19. Falasifa: Jurnal Studi Keislaman, 12(1), 95–115. https://doi.org/10.36835/falasifa.v12i1.460

Maulida, R., Nadiya, D. Z., Annisa, K., Dewi, Y. K., & Ahsani, E. L. F. (2021). Peran budaya Indonesia melalui kegiatan dalam pembentukan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Metodik Didaktik: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 17(1), 19–29.

Mufid, F., Nugraha, A. R., & Shobaruddin, D. (2024). Islamic education and sustainable development: Bridging faith and global goals. International Journal of Social and Human, 1(3), 173–180. https://doi.org/10.59613/j107r533

Nurrijal, N. (2024). Analisis perbandingan sistem pendidikan negara-negara maju sebagai komparasi kemajuan pendidikan di Indonesia. Jurnal Biologi Babasal, 3(1), 7–20. https://doi.org/10.32529/jbb.v3i1.3227

Oktori, A. R., Yulizah, Y., & Amrillah, H. M. T. (2024). Kurikulum Merdeka: Paradigma baru inovasi pembelajaran abad 21 di sekolah dasar. Journal Limas PGMI, 5(2), 59–71. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/limaspgmi/article/view/23406/8231

Qurrah’Aini, Z. (2025). Analisis perbandingan budaya belajar di Indonesia dan Korea Selatan. Prosiding Seminar Nasional Psikologi, 10.

Ridhani, M. T. (2022). Pengaruh kebudayaan dan pendidikan terhadap jati diri bangsa Indonesia. 1–7.

Salamah, E. R. (2018). Pengaruh kultur sosial terhadap sistem pendidikan. Proceedings of The ICECRS, 1(3), 155–164. https://doi.org/10.21070/picecrs.v1i3.1375

Sihono, M. F. I., & Pangestuti, P. (2025). Komparasi standar penilaian pendidikan di negara-negara maju (Studi kasus Finlandia, Jepang, dan Singapura). Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 8(1), 388–401.

Sriwijayanti, R. P. (2021). Manajemen pendidikan karakter dalam membangun budaya sekolah. Pedagogy: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(1), 66–79. https://doi.org/10.51747/jp.v8i1.707

Sugiarto. (2016). Dampak kultum terhadap karakter religius siswa di MAN 7 Jombang. 4(1), 1–23.

Urfah, N., Adelia, W., & Syamsiyah, N. (2022). Analisis perbandingan sistem evaluasi pendidikan pada Kurikulum 2013 dan pendidikan di Finlandia. Eduscience: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(2). https://doi.org/10.47007/edu.v7i02.5540

Widyastuti, M. (2021). Peran kebudayaan dalam dunia pendidikan. JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Kebangsaan, 1(1), 54–64. https://doi.org/10.30998/jagaddhita.v1i1.810

Downloads

Published

2025-08-30

How to Cite

Adi Asmara, Kashardi, Asmi Astuti, Dharmawati Ambarita, M. Thoha, & Atik Maryanti. (2025). Konstelasi Budaya dalam Pembentukan Sistem Pendidikan: Studi Perbandingan Indonesia, Jepang, Finlandia, dan Singapura. Kartika: Jurnal Studi Keislaman, 5(3), 2342–2353. https://doi.org/10.59240/kjsk.v5i3.467