Peran Pemerintah Desa/Pekon dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi: Tinjauan Siyasah Tanfidziyah
DOI:
https://doi.org/10.59240/kjsk.v6i1.655Keywords:
Stunting, Village Government, Siyasah Tanfidziyah, Public Policy, Public HealthAbstract
Stunting is a public health problem that significantly affects the quality of human resources, making its prevention and reduction a shared responsibility of government institutions, including those at the village/pekon level. This study aims to analyze the role of the Village/Pekon Government in integrated stunting prevention and reduction and to examine it from the perspective of Siyasah Tanfidziyah, particularly in relation to the implementation of policies regulated in Pringsewu Regent Regulation Number 10 of 2024. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, documentation, and literature review involving seven purposively selected informants consisting of village officials and relevant stakeholders directly engaged in stunting programs. The results indicate that the Pekon Government has implemented several strategic programs, including monitoring toddler growth through integrated health posts, providing supplementary food funded by the village budget, implementing the Stunting Foster Father program, and assisting pregnant women experiencing chronic energy deficiency. However, policy implementation still faces challenges such as limited health infrastructure, low public awareness of stunting issues, and inadequate human resources among health cadres. From the perspective of Siyasah Tanfidziyah, the role of the village government reflects the executive function of public service delivery, although strengthening intersectoral coordination and institutional capacity remains necessary.
References
Dermawan, A., Mahanim, M., & Siregar, N. (2022). Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Asahan. Jurnal Bangun Abdimas, 1(2), 98–104. https://doi.org/10.56854/ba.v1i2.124
Dzajuli, A. (2003). Fiqh siyasah: Implementasi kemaslahatan umat dalam negara. Kencana.
Fauziah, J., et al. (2023). Stunting: Penyebab, gejala, dan pencegahan. Jurnal Parenting dan Anak, 1(2), 1–11. https://doi.org/10.47134/jpa.v1i2.220
Fitriahadi, E., et al. (2023). Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang stunting sebagai upaya pencegahan terjadinya stunting. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(4), 410–415. https://doi.org/10.59025/js.v2i4.154
Giri, W. (2024). Penurunan stunting Kabupaten Pringsewu capai 15% dari target 10,91%. Lampung Corner.
Hutabarat, E. N. (2023). Permasalahan stunting dan pencegahannya. Journal of Health and Medical Science, 2(1), 158–163.
Hutasuhut, U. M., & Triono, A. H. (2022). Problematika implementasi kebijakan Kota Bandar Lampung dalam mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum: Perspektif siyasah dusturiyah. Jurnal Hukum dan Kebijakan Publik, 2(2).
Iqbal, M. (2014). Fiqh siyasah kontekstual: Doktrin politik Islam. Prenada Media.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Strategi nasional percepatan penurunan stunting.
Madiuw, D., Muskita, M., & Tahanora, F. (2024). Optimalisasi pemberdayaan kader posyandu dalam upaya pencegahan stunting di Kelurahan Kudamati. Karya Kesehatan Siwalima, 2(2), 50–56. https://doi.org/10.54639/kks.v2i2.1066
Madjid, N. (2001). Fiqh siyasah: Kontekstualisasi doktrin politik. Gaya Media Pratama.
Martony, O. (2023). Stunting di Indonesia: Tantangan dan solusi di era modern. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 1734–1745. https://doi.org/10.31539/joting.v5i2.6930
Mayyadah, P., Nur, E. R., & Sukandi, A. (2025). Review fiqh siyasah tanfidziyah terhadap implementasi kinerja Pemerintah Desa Bumiarum Kabupaten Pringsewu. Jurnal Hukum Islam, 11(1), 271–280.
Mustika, R., & Pradikta, H. Y. (2022). Pelaksanaan pelayanan kesehatan penyandang disabilitas: Perspektif fiqh siyasah. Jurnal Kebijakan Publik Islam, 1(2).
Peraturan Bupati Pringsewu Nomor 8 Tahun 2021 tentang Peran Pemerintah Pekon dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi.
Peraturan Bupati Pringsewu Nomor 10 Tahun 2024 tentang Bupati Pringsewu Provinsi Lampung.
Purwoko. (2025, December 23). Wawancara stunting [Wawancara]. Pekon Sukoharjo 3, Kabupaten Pringsewu.
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Setiyana, N., & Hakim, D. A. (2021). Upaya pemerintah desa terhadap kebijakan pembatasan sosial berskala besar di Desa Jatibaru, Lampung Selatan. Jurnal Administrasi Publik, 1(2), 94–116.
Setiyawati, M. E., et al. (2024). Studi literatur: Keadaan dan penanganan stunting di Indonesia. IKRA-ITH Humaniora: Jurnal Sosial dan Humaniora, 8(2). https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v8i2.3113
Syarifuddin, A. (2003). Garis-garis besar fiqh. Kencana Prenada Media Group.
Tarmizi, S. N. (2023, January 25). Prevalensi stunting di Indonesia turun ke 21,6% dari 24,4%. Kementerian Kesehatan RI. https://ayosehat.kemkes.go.id/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke-216-dari-244
Widyawati, S., Wijayanti, K., Sutomo, B., Windiarti, S. E., Wibowo, M. A., & Sumarni, M. N. (2024). Kebijakan percepatan penurunan stunting. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 13(3), 159–169.
Yuda, A., et al. (2023). Tinjauan literatur: Perkembangan program penanggulangan stunting di Indonesia. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 6(2). https://doi.org/10.7454/epidkes.v6i2.6049
Zai, S., et al. (2024). Peran pemerintah desa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah stunting. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 7, 11154–11163.
Zulkarnaen, A., & Soesilo, Z. (2023). Determinan dan kebijakan penanganan stunting di Indonesia. Jurnal Politik Pemerintahan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sahda Elvareta Herlambang, Frenki, M. Yasin al Arif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



