Pembatalan Pengangkatan Anak Pasca-Baligh dalam Perspektif Maslahah Mursalah dan Hukum Positif: Analisis Putusan Pengadilan Negeri Nganjuk Nomor 31/Pdt.G/2022/PN Njk

Anak angkat

Authors

  • Eka Yunita Rahmawati Eka Yunita Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Eko Hidayat Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Sisca Novalia Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

DOI:

https://doi.org/10.59240/kjsk.v6i2.768

Keywords:

Pembatalan Pengangkatan Anak, Maslahah Mursalah, Hukum Positif, Kepentingan Terbaik Anak, Kedewasaan Hukum

Abstract

The annulment of child adoption after the child reaches adulthood raises legal issues at the intersection of legal certainty, child protection, and individual autonomy. This study aims to analyze the legitimacy of such annulment under Indonesian positive law and to assess its conformity with the principle of maslahah mursalah. The analysis focuses on the Decision of the Nganjuk District Court Number 31/Pdt.G/2022/PN Njk. This research employs a normative legal method with statutory, case, and conceptual approaches. The findings indicate that, within the framework of positive law, the annulment of child adoption is legally permissible as long as it is conducted through a valid judicial mechanism and based on the principle of the best interests of the child, particularly after the child attains full legal capacity. However, the decision also reflects a shift from a legal certainty approach toward a welfare-based approach, which may lead to legal uncertainty in the absence of clear parameters. From the perspective of maslahah mursalah, such annulment does not contradict the principle of lineage preservation (ḥifẓ al-nasl) and can be justified insofar as it promotes genuine benefit and prevents harm. This study underscores the need for more comprehensive regulatory frameworks to ensure a balance between legal certainty, public benefit, and the protection of children's rights within Indonesia’s family law system

References

Afifah, L. A. Y. (2024). Penetapan konsultasi dan hukum Islam terkait tes DNA sebagai dalil keabsahan anak. 13(2), 88–97.

Akbar, R. (2025). Status nasab dan hak anak angkat menurut syariah Islam. 3(3), 301–307.

Andri, M., Budiman, H., & Rafi, M. (2024). Kedudukan hak anak angkat dalam hukum Islam, hukum perdata dan hukum adat. 15, 1–12.

Bawole, G. H., Mawuntu, J. R., & Voges, S. O. (2025). Tinjauan hukum pengaturan usia menurut Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak berkaitan dengan hak dan kewajiban anak. 13(2).

Diansah, S. (2023). Pemberlakuan hukum positif terhadap perlindungan hukum bagi anak angkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007. 11, 1533–1542. https://doi.org/10.56338/jks.v6i11.4344

Doki, Y. S. A., Agustriani, N. S., Triandari, S. F., & Okta, P. (2025). Penetapan batas usia perkawinan 19 tahun perspektif prinsip-prinsip perkawinan di Indonesia. 3(3), 299–308.

Fajriah, K. N. (2025). Disparitas putusan dalam pembatalan penetapan pengangkatan anak oleh orang tua angkat. 6(1), 119–138.

Fathul Mu’in, & Yanti, M. (2023). Pengaruh pemahaman masyarakat terhadap pergantian nasab anak oleh ayah angkat perspektif hukum Islam. 3.

Fatia, G. P., Budiartha, I. N. P., & Permatasari, I. (2023). Pengaturan pengangkatan anak dalam hukum Islam. 5(1), 34–40.

Febyani, A. P., Sasmito, S. A., & Fakultas Syariah. (2025). Pengangkatan anak tanpa penetapan pengadilan. 11(2), 391–412.

Fida, I. A. (2023). Hak waris anak angkat dalam hukum Islam dan hukum positif. 4, 168–177.

Iqbal, M. S. I. S., & Warsono. (2023). Analisis hukum Islam dan hukum positif tentang pengangkatan anak dalam kandungan. 3, 1–17.

Irsyad Al Fikri Ys, & Fu’ad, A. (2025). Peran maslahah mursalah dalam legislasi Islam kontemporer. 3. https://doi.org/10.15575/ejil.v3i2.1936

Kurniawatie, E. (2025). Penerapan perlindungan hukum bagi anak pelaku tindak pidana dalam perspektif Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. 11, 112–122.

Masfufah, S. H., & Murniati, D. (2024). Analisis penetapan pengangkatan anak (tabanni) di Pengadilan Agama Surabaya. 2(8), 488–494.

Mashudi, M. A. I. H. (2022). Akibat hukum pengangkatan anak di Pengadilan Agama Jombang. 11, 203–218.

Maulana, D. A., & Reykasari, Y. (2024). Perlindungan hukum terhadap anak yang melakukan perkawinan di bawah umur. 4, 1–9.

Maulana, W. Y. A. (2023). Status anak angkat (adopsi) dan akibat hukumnya: Studi komparasi hukum Islam dan hukum positif. 1(1), 30–45.

Maulana, M. I. R., & Safitri, M. I. (2024). Pemberian hak asuh bersama dalam penyelesaian hak asuh di Indonesia: Perspektif maslahah mursalah. Jurnal Hukum Islam, (1), 97–110.

Maulidi Hidayat, M. A., & Saepullah, U. (n.d.). Maslahah mursalah dan penerapannya dalam hukum keluarga Islam. 5, 45–61.

Nabila, M. F., Hidayah, F. N., Herani, A. P., Prasetyo, Y. O., & Maharani, M. T. (2025). Prosedur dan akibat hukum pengangkatan anak yang tidak diketahui orang tuanya. 2(2), 257–265.

Nuzha. (2021). Pengangkatan anak (adopsi) dalam tinjauan hukum Islam dan sistem hukum di Indonesia. 1(2), 118–135.

Rahayu, T. Q., Judiasih, S. D., & Rachmainy, L. (2023). Tinjauan pembatalan akta pengangkatan anak dihubungkan dengan PP No. 54 Tahun 2007. 3(6), 2238–2247. https://doi.org/10.59141/comserva.v3i06.1005

Ramadan, S., Agustiani, R., & Adnus, E. (2023). Prosedur pengangkatan anak dalam hukum. 1(4), 337–344. https://doi.org/10.32884/jih.v1i4.1633

Rangkuti, K. A. (2023). Telaah makna fitrah dalam hadis. 1(2), 11–19.

Ry, A. A. (2024). Analisis yuridis kedudukan anak angkat terhadap harta waris orang tua angkat menurut kompilasi hukum Islam. 6(3), 95–107.

Said Rizal, & Lubis, R. (2025). Analisis yuridis pembatalan pengangkatan anak oleh orang tua angkat. 6(6), 1–14.

Sari, D. N., & Noviyansyah, A. (2025). Pengangkatan anak menurut hukum perdata dalam perspektif Islam. 2(2), 330–339.

Setiawan, R. F. (2023). Pengangkatan (adopsi) anak menurut hukum positif. 4(2).

Sirait, R. D. E. (2024). Pengangkatan anak (adopsi) dan akibat hukumnya menurut sistem hukum di Indonesia. Jurnal Profile Hukum, 2, 94–107.

Sobirin, M. (2024). Analisis hukum Islam dan hukum positif tentang pengangkatan anak dalam kandungan. 1, 21–29.

Wedastra, I. M., Ardani, I. G. A. I., & Pramayanti, N. T. R. I. (2023). Gangguan emosi pada anak adopsi, 192–202.

Zaki, M. (2021). Perlindungan anak dalam perspektif Islam. 6(2), 1–15.

Downloads

Published

2026-05-04

How to Cite

Eka Yunita, E. Y. R., Hidayat, E., & Novalia, S. (2026). Pembatalan Pengangkatan Anak Pasca-Baligh dalam Perspektif Maslahah Mursalah dan Hukum Positif: Analisis Putusan Pengadilan Negeri Nganjuk Nomor 31/Pdt.G/2022/PN Njk: Anak angkat. Kartika: Jurnal Studi Keislaman, 6(2), 1828–1843. https://doi.org/10.59240/kjsk.v6i2.768