Regulasi dan Implementasi Sertifikasi Halal pada Produk Farmasi di Indonesia: Analisis Yuridis dan Tantangan Kontemporer

Authors

  • Badruddin Universitas Islam Madura

DOI:

https://doi.org/10.59240/kjsk.v6i1.802

Keywords:

Halal Certification, Pharmaceutical Products, Juridical Analysis, Contemporary Challenges, Indonesia

Abstract

Halal certification for pharmaceutical products in Indonesia is mandated by Law Number 33 of 2014 concerning Halal Product Assurance. However, its implementation faces higher legal and technical complexities compared to the food sector. This study aims to analyze the regulatory framework for pharmaceutical halal certification, identify the gap between legal norms and implementation realities, and formulate adaptive policy recommendations. The research employs normative legal research with a library research approach, utilizing primary and secondary legal materials. The findings indicate that while the regulatory framework is progressive, overlapping authorities persist among BPJPH, MUI, and BPOM. Critical halal points include active pharmaceutical ingredients, excipients such as gelatin, and the risk of cross-contamination. Contemporary challenges encompass the limited availability of imported halal raw materials, a lack of competent human resources, high certification costs, repeated obligation postponements until 2026, and weak post-certification supervision. This research offers novelty through a contemporary juridical analysis approach that integrates regulations, production technology, and public health rights. In conclusion, the study recommends mutual recognition of halal certification, human resource capacity building, service digitalization, and independent raw material research to achieve a sustainable halal pharmaceutical ecosystem in Indonesia

References

"Bongkar Mitos Sertifikasi Halal, LPPOM Buka-Bukaan Di FMI 2025." Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM Sertifikasi Halal. 30 Juli 2025. https://halalmui.org/bongkar-mitos-sertifikasi-halal-lppom-buka-bukaan-di-fmi-2025/

BPJPH. Pedoman Umum Sistem Jaminan Produk Halal. Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, 2021.

Febriansyah, M. "Dinamika Hukum Penundaan Kewajiban Sertifikasi Halal di Indonesia." Jurnal Hukum dan Pembangunan 52, no. 2 (2025): 56-58.

Herdandy, Alif Firman Ihrom Firdausy. "Analisis Yuridis Obat Dalam Kemasan Obat Tidak Berlabel Halal Perspektif Hukum Positif dan Hukum Ekonomi Syariah." Undergraduate thesis, UIN KHAS Jember, 2025.

Ibrahim, Johnny. Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia Publishing, 2006.

"Indonesia Healthcare Regulatory Transition on the Horizon: Halal Compliance and TKDN Trends for Pharmaceutical and Healthcare Businesses." Mori Hamada & Matsumoto. April 3, 2026. https://www.morihamada.com/en/insights/newsletters/137006

Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Halal pada Produk Farmasi dan Alat Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2023.

LPPOM MUI. Kriteria Sistem Jaminan Halal untuk Produk Farmasi. Jakarta: Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia, 2022.

Lutfia, Reka Viona, Regita Malya Aisiyah, Rizka Akmalia, Seli Cahyani, Jaenudin Jaenudin, and Agi Attaubah Hidayat. "Supervision of halal certification in the pharmaceutical industry in Indonesia." Journal of Halal Product and Research 8, no. 1 (June 30, 2025): 112–123.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2017.

Muhammad, Abdurrahman. Aspek Hukum Sertifikasi Halal pada Produk Farmasi dalam Perspektif Perlindungan Konsumen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2023.

"Pemerintah Mundurkan Wajib Halal Bagi UMK Dan Produk Impor, Ini Tanggapan LPPOM." Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM Sertifikasi Halal. 12 November 2024. https://halalmui.org/pemerintah-mundurkan-wajib-halal-bagi-umk-dan-produk-impor-ini-tanggapan-lppom/

Penjelasan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Peraturan BPJPH Nomor 11 Tahun 2020 tentang Kerja Sama Saling Mengakui Sertifikat Halal Asing.

Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6641.

Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.

Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Halal bagi Obat, Produk Biologi, dan Alat Kesehatan.

Soekanto, Soerjono. "Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum." Jurnal Hukum dan Masyarakat 10, no. 1 (2019): 25-27.

Soekanto, Soerjono, dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali Pers, 2015.

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 295, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5604.

Wahyudi, Priyo. "Tanya Expert Part 1 - Mulai Dari Regulasi Hingga Tantangan Sertifikasi Halal Obat." Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM Sertifikasi Halal. 5 Agustus 2024. https://halalmui.org/tanya-expert-part-1-mulai-dari-regulasi-hingga-tantangan-sertifikasi-halal-obat/

Downloads

Published

2026-02-25

How to Cite

Badruddin. (2026). Regulasi dan Implementasi Sertifikasi Halal pada Produk Farmasi di Indonesia: Analisis Yuridis dan Tantangan Kontemporer. Kartika: Jurnal Studi Keislaman, 6(1), 1415–1427. https://doi.org/10.59240/kjsk.v6i1.802