Kemapanan Finansial Sebelum Menikah dan Relevansinya terhadap Kesiapan Pernikahan Generasi Milenial dalam Perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah

Authors

  • Dina Sahara Putri UIN Raden Intan Lampung Lampung
  • Nurnazli UIN Raden Intan Lampung Lampung
  • Sisca Novalia UIN Raden Intan Lampung Lampung

DOI:

https://doi.org/10.59240/kjsk.v6i2.811

Keywords:

Financial Stability, Millennial Generation, Maqashid Al-Sharia, Marriage Readiness

Abstract

The phenomenon of delayed marriage among the millennial generation indicates a shift in values, particularly in interpreting financial stability as a primary prerequisite for marriage. This condition raises academic concern, as in the Islamic perspective, financial stability is not an absolute requirement but rather part of basic readiness. This study aims to analyze the concept of financial stability from the perspective of maqaṣid al-shari’ah and to examine millennials’ views on financial stability as a benchmark for marriage readiness. The research employs a field study with a descriptive qualitative approach using interviews, observations, and documentation techniques. The findings reveal that millennials perceive financial stability as the ability to have a stable income, manage finances wisely, and fulfill basic household needs. However, excessive emphasis on financial stability has the potential to lead to delayed marriage. From the perspective of maqaṣhid al-shari’ah, financial stability is understood as a supporting factor rather than a barrier. The implications of this study highlight the importance of a proportional understanding of marriage readiness, encompassing financial, spiritual, and social aspects in order to achieve a harmonious family characterized by sakinah, mawaddah, and warahmah

References

Achmad Alparisi Maulana, Nasrulloh. “Kemapanan dalam Pernikahan : Analisis Tafsir Ibnu Katsir dan Quraish Shihab atas QS 24 : 32.” Al-Fatih : Jurnal Tafsir Al- Qur ’ an dan Hadist 1, no. 2 (2025): 114–25.

Agung Yumas Sukmatika, Anak. “Perubahan Struktur Demografis Indonesia : Tantangan & Rekomendasi.” Journal Humaniora: Jurnal Hukum dan Ilmu Sosial 03, no. 01 (2025): 27–31.

Arif, Mohammad. Generasi Millenial Dalam Internalisasi Karakter Nusantara. Diedit oleh Nihayatul Laili Yuhana. Jawa Timur: Iain Kediri Press, 2021.

“Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (2024),” n.d.

“Badan Pusat Statistik. Statistik Indonesia 2023, 2024, dan 2025 (Tabel Jumlah Perkawinan Menurut Provinsi).,” n.d.

Bukhari, Ach Baidlawi, dan Ahmad Bustanil Arifin. “Tingginya Biaya Pernikahan Dan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Menikah Generasi Milenial.” Jurnal Kajian Hukum Keluarga Islam 7, no. 1 (2025): 13–26. https://doi.org/10.58293/asa.v7i1.126.

“Data BPS Kota Bandar Lampung Tahun 2025,” n.d.

Diana, Rachmy R. “Penundaan Pernikahan: Ferspektif Islam dan Psikologi.” Jurnal Psikologi 1, no. 2 (2008): 163–82.

Fauzan, Ahmad, dan Hadi Amroni. “The Concept Of Sakīnah Family In The Contemporary Muslim Generation.” Al-Adalah 17, no. 1 (2020): 51–70. https://doi.org/10.24042/adalah.v17i1.6458.

Gustona, Muhammad Rayhan, dan Fatma Ulfatun Najichaa. “Jiwa Nasionalisme Generasi Milenial di Era Multikulturalisme.” Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha 6, no. 2 (2024): 69–72. https://doi.org/10.23887/jmpppkn.v6i2.5076.

“Hasil Pra-Penelitian Terhadap Informan Generasi Milenial Kelurahan Sukarame, Bandar Lampung,” n.d.

Helmalia, Mela Emelya Putri, Arini Alfa Mawaddah, Romy Yunika Putra, dan Rike Ifriadi. “Financial Well-Being : The Mediating Effect of Financial Behavior on The Relationship Between Islamic Financial Literacy and Financial Attitudes.” Al-Intaj Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah 11, no. 2 (2025): 297–317. https://doi.org/10.29300/aij.v11i2.7933.

Hidayat, Taufiq, dan Raihanah Azahari. “The Concept Of Istita’ah Al-Ba’ah In marriage.” Justicia Islamica: Jurnal Kajian Hukum dan Sosial 17, no. 2 (2020): 223–42. https://doi.org/10.21154/justicia.

Husda, Nur Elfi, Suhardi, Inda Sukanti, Yunisa Oktavia, Andi Maslan, Welly Sugianto, Ambalegin, Tukino, dan Lubna Salsabilla. Metodologi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Dan Research And Development (R&D). Diedit oleh Yunisa Oktavia. 1 ed. Batam: UPB Press, 2023.

Jauhar, Ahmad Al-mursi Husain. maqashid syariah. Amzah, 2013.

Khuluq, Arif Husnul, Muhammad Wahid Abdullah, Program Studi, Hukum Keluarga, Arif Husnul Khuluq, Program Studi, Hukum Keluarga, Muhammad Wahid Abdullah, Program Studi, dan Hukum Keluarga. “Prinsip Mapan Dahulu Baru Menikah Persefektif Islam.” Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah 11 (2023): 1–15. https://doi.org/doi.org/10.37397/amj.v11i1.462.

Kurniawati, Apriliani Adeayu, dan Henny Setyo Lestari. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Financial Well-Being.” Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis Dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi (JMBI UNSRAT) 9, no. 3 (2022): 1577–98. https://doi.org/10.35794/jmbi.v9i3.43155.

Lase, Delipiter, dan Dorkas Orienti Daeli. “Pembelajaran Antargenerasi Untuk Masyarakat Berkelanjutan : Sebuah Kajian Literatur Dan Implikasi.” Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial 6, no. 2 (2020): 89–103. https://doi.org/10.23887/jiis.v6i2.28138.

Liddinillah, Muhammad Yakhsyallah, Yusuf Baihaqi, dan Muhammad Yasin Al-arif. “Kondisi mental anak Pascapernikahan-Kembali Ibu Tunggal: Tinjauan Maqashid Syariah.” Al-Qisthu 22, no. 2 (2024): 113. https://doi.org/10.32694/qst.v22i2.4360.

Mawardi Sufyan, Akhmad Farid. “Analisis Kritis Makna ‘Al-Syabab’ Dan ‘Istitha’Ah’ Pada Hadits Anjuran Menikah.” Al-Ulum : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ke Islaman 4, no. 2 (2017): 304–17. https://doi.org/10.31102/alulum.4.2.2017.304-317.

Megananda, Tarada Berlian. “Improving Financial Well-Being in Indonesia : The Mediating Role of Financial Behavior.” Review of Integrative Business and Economics Research 11, no. 4 (2022): 201–19. https://doi.org/10.1080/23311886.2024.2319374.

Monaya, Nova, Hidayat Rumatiga, dan Hanifa Zulfahmi. “Pertimbangan Hukum Dalam Penetapan Wali Adhal Di Pengadilan Agama Bogor Kelas 1A.” Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan 6, no. 3 (2024): 1–8. https://doi.org/10.3783/causa.v2i9.2461.

Mubarok, Muhammad Fuad, dan Agus Hermanto. “Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Konsep Kesetaraan Gender Perspektif Maqasid Syariah.” The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law 4, no. 1 (2023): 93–108. https://doi.org/10.51675/jaksya.v4i1.298.

Munir, Abdul, dan M Hafid Mahmudi. “Analisis Terhadap Kesiapan Finansial Sebelum Menikah Studi Kasus Pada Mahasiswa Studi Imam Syafi’i Jember.” USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam 6, no. 3 (2025): 306–22. https://doi.org/10.46773/usrah.v6i3.2127.

Musyafa, Fikri. “The Meaning and Intent of Istitha’ah (Ability to Marry) Perspective of the Shafi’i School.” Interdisciplinary Journal of Social Science and Education (IJSSE) 1, no. 1 (2023): 77–86. https://doi.org/10.53639/ijsse.v1i1.11.

Ni’ami, Mohammad Fauzan. “Tafsir Kontekstual Tujuan Pernikahan Dalam Surat Ar-Rum:21.” Jurnal Studi Keislaman Nizham 1, no. 1 (2018): 11–23. https://doi.org/10.32332/nizham.v10i1.4469.

“Penelitian Lapangan, Bersama pasangan Generasi Milenial di Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung (12 April 2026),” n.d.

Prayitno, Daru, dan A. Kumedi Ja’far. “Interpretasi Hukum Islam terhadap Tren Menunda Pernikahan: Perspektif Hukum Keluarga dan Tantangan Sosial.” Bulletin of Islamic Law 2, no. 1 (2025): 21–28. https://doi.org/10.51278/bil.v2i1.1646.

Puspita, Mega, Wafiah Rafifatun Nida, dan Latifatul Ma’rifah. “Marriage Delay and Economic Rationality: A Socio-Theological Study on Poverty Fear among Young Indonesian Muslims.” Hayula : Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies 10, no. 1 (2026): 21–52. https://doi.org/10.21009/hayula.010.01.02.

Putri Leleng Wilis, Anastasia, Monthy P Satiadarma, dan Roswiyani. “Millennials’ Marriage Readiness: The Role of Marriage Perceptions and Social Support.” Pysche 165 Journal 18, no. 2 (2025): 168–74. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v18i2.533.

Rahmi, Nispan, dan H Ce. “Maqasid Al-Syari’ah: Melacak Gagasan Awal.” Jurnal Syariah: Jurnal Ilmu Hukum dan Pemikiran 17, no. 2 (2017): 160–78. https://doi.org/10.18592/sy.v17i2.1970.

Rukmono, Dedy. “Kesiapan Finansial Pasangan Suami Istri Dalam Menciptakan Keluarga Harmonis (Studi Kasus Pada Keluarga Dispensasi Kawin Di Kabupaten Pacitan).” Accident Analysis and Prevention. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, 2023.

Sandra. “Pemberian Nafkah Suami Kepada Istri Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif.” Journal Smart Law 2, no. 2 (2024): 217–30.

Singgani, Alfa, Adam, dan M. Taufan. “Hakikat Tujuan Pernikahan dalam Pandangan Hukum Islam.” Jurnaluindatokarama 3 (2024): 2962–7257.

Stanisauskiene, Vilija, dan Aiste Urboniene. “Characteristics of Generations X and Y Educational Career-related Choices.” Cognitive Science-New Media-Education 4, no. 1 (2018): 40. https://doi.org/10.12775/CSNME.2018.003.

Suhartawan, Budi. “Hak Dan Kewajiban Suami Istri Dalam Perspektif Al-Qur’an:(Kajian Tematik).” TAFAKKUR: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 2, no. 2 (2022): 106–26. https://doi.org/10.62359/tafakkur.v2i2.65.

Toriquddin, Moh. “Teori Maqashid Syari’ah Perspektif Al-Syatibi.” DeJure: Jurnal Hukum Dan Syari’ah 6, no. 1 (2014). https://doi.org/10.18860/j-fsh.v6i1.3190.

Turama, Akhmad Rizqi. “Formulasi Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons” 15, no. 1 (2016): 165–75.

Tusamma Salsabila, Afifa. “Tinjauan Sadd Al-Dhari’ Terhadap Penundaan Pernikahan Pada Generasi Milenial (Studi Kasus Di Desa Rejosari Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun.” In IAIN Ponorogo, 20–28. Ponorogo: IAIN Ponorogo, 2025.

UmarAhfadz, M., Masykuri Hasan, dan Rakhmawan Habibi. “Hifdh Al-Ummah Salah Satu Maqasid Al-Syari’ah.” TIJAROTANA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Syariah 03, no. 01 (2022): 1–11. https://doi.org/10.64454/tj.v3i01.33.

“Wawancara dengan Informan (LN, 32 Tahun), Generasi Milenial Kelurahan Sukarame, 2 Maret 2026,” n.d.

Yunus Shamad, Muhammad. “Hukum Pernikahan Dalam Islam (Wedding Law In Islam).” Istiqra’ V, no. September (2017): 74–77.

Downloads

Published

2026-05-07

How to Cite

Dina Sahara Putri, Nurnazli, & Novalia, S. (2026). Kemapanan Finansial Sebelum Menikah dan Relevansinya terhadap Kesiapan Pernikahan Generasi Milenial dalam Perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah. Kartika: Jurnal Studi Keislaman, 6(2), 2166–2179. https://doi.org/10.59240/kjsk.v6i2.811