Implementasi Pemenuhan Hak Anak pada Keluarga Menengah ke Bawah Pasca Cerai (Studi di Desa Kepuh, Kec. Kertosono, Kab. Nganjuk)

Authors

  • Binti Ni’matul Mufarrichah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Mufidah UIN Maulana Malik Ibrahim

DOI:

https://doi.org/10.59240/kjsk.v6i3.922

Keywords:

Divorce, Fulfillment of Children's Rights, Islamic and Positive Law

Abstract

Divorce in the family not only has an impact on the relationship between husband and wife, but also affects the fulfillment of children's rights, especially in lower-middle class families. After divorce, children often experience a lack of fulfillment of rights in the form of alimony, education, parenting, affection, and emotional attention. This condition shows that there is a gap between the provisions of Islamic law and positive Indonesian law and the reality in society. This study aims to determine the implementation of the fulfillment of children's rights after divorce in lower-middle and middle families in Kepuh Village based on the perspective of Islamic law and positive Indonesian law. This study uses a qualitative method with an empirical approach through interviews, observations, and documentation, then analyzed descriptively. The results of the study show that the fulfillment of children's rights after divorce is still not optimal because the needs of children are mostly met by mothers or close families, while some fathers have not fully carried out their obligations. Factors that affect these conditions include economic limitations, low parental responsibility, lack of legal understanding, post-divorce conflicts, infidelity, domestic violence, and remarriage. In the perspective of Islamic law and positive Indonesian law, both parents are still obliged to fulfill the rights of the child even after a divorce.

References

Aiko, Ondra. “Hak Anak Pasca Perceraian (Studi Kasus Di Nagari Pakan Rabaa Timur Kec. Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan.” Journal Al-Ahkam XXII, no. 1 (2021): 53–54. https://core.ac.uk/download/pdf/484062066.pdf.

Almaidah. “Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Perceraian.” Jurnal Ilmiah (tanpa tahun): 1169–73.

Arlan, Muhamad, and Jainuddin Muh Yunan Putra. “Analisis Normatif Penerapan Sanksi Hukum Orang Tua Yang Mengabaikan Hak Nafkah Anak Pasca Perceraian (Studi Kasus Di Pengadilan Agama Kota Bima).” SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum 5, no. 2 (2026): 125.

Badan Pusat Statistik Indonesia. “Badan Pusat Statistik.” Badan Pusat Statistik, 2024. https://www.bps.go.id/en/statistics-table/3/YVdoU1IwVmlTM2h4YzFoV1psWkViRXhqTlZwRFVUMDkjMw==/jumlah-perceraian-menurut-provinsi-dan-faktor-penyebab-perceraian--perkara---2024.html?year=2024.

Budiyanto, HM. “Hak-Hak Anak Dalam Perspektif Islam.” Jurnal IAIN Pontianak 1, no. 1 (2014): 149.

Farid, and Mabruri. “Hak-Hak Anak Pasca Perceraian.” Jurnal Hukum Keluarga (tanpa tahun): 19–22.

Firgitia, Feni Sagita Indah Kairuddin Karim Lia Trizza. “Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Perceraian.” JULIA: Jurnal Litigasi Amsir 11, no. 1 (2023): 1.

Fitrotun. “Perlindungan Anak Dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 Dalam Perspektif Fikih Hadhanah.” Jurnal Hukum Islam (tanpa tahun): 85–86.

Hanafi. “The Concept of Understanding Children in Positive Law and Customary Law Konsep.” Voice Justisia 21, no. 1 (2022): 31–32.

Harahap, Shoibatul Aslamiyah. “Pemenuhan Hak Asuh Anak Akibat Perceraian Orang Tua.” I’tiqodiah: Jurnal Hukum Dan Ilmu Kesyariahan 1, no. 3 (2024): 293.

Humas KPAI. “Data Kasus Anak Korban Pengasuhan Bermasalah Tinggi: KPAI Lakukan Advokasi.” KPAI, 2022. https://www.kpai.go.id/publikasi/data-kasus-anak-korban-pengasuhan-bermasalah-tinggi-kpai-lakukan-advokasi.

al-Kattani, Abdul Hayyeeie, dkk., eds. “Fiqih Islam Wa Adillatuhu.” In Wahbah Az-Zuhaili, 10th ed., 59. Jakarta: Gema Insani, 2011.

Kurniati, Esti. “Perlindungan Hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua.” Authentica 1, no. 1 (2018): 35.

Kurniawan, Harry. “Perlindungan Hak Anak Dalam Konflik Perceraian: Analisis Hukum Keluarga Indonesia.” WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora 1, no. 3 (2024): 320–21.

Kuspraningrum, Sri Wahyuni Emilda, and Erna Susanti. “Penerapan Prinsip Kepentingan Terbaik Bagi Anak Pada Hak Asuh Anak Pasca Perceraian (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 395 K//AG/2020).” Jurnal Hukum Lex Generalis 6, no. 6 (2025): 6. https://ojs.rewangrencang.com/index.php/JHLG/article/view/1818/1110.

Madhani, Haliza Nur, and Nina Nirmalasari. “Proses Penetapan Perkara Perwalian Anak Yatim Piatu Di Kota Palangka Raya.” SAKINA: Journal Of Family Studies 8, no. 3 (2024): 359.

Magfira, Saadatul. “Kedudukan Anak Menurut Hukum Positif Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Syariah 15, no. 2 (2016): 214.

Mahmudah, Husnatul, Juhriati Juhriati, and Zuhrah Zuhrah. “Hadhanah Anak Pasca Putusan Perceraian (Studi Komparatif Hukum Islam Dan Hukum Positif Indonesia).” SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah Dan Hukum 2, no. 1 (2019): 57–88. https://doi.org/10.52266/sangaji.v2i1.263.

Malibari, Zainuddin Ahmad bin Muhammad bin Abdul Aziz Al. “Fathul Mu’in Bi Syarhi Qurroti ’Ain.” In Fathul Mu’in Bi Syarhi Qurroti ’Ain, 4th ed., 112–15. Libanon: Bairut, 2005.

Nawafitrid, et al. “Hak-Hak Istri Dan Anak Pasca Cerai Talak.” Jurnal Hukum Keluarga (tanpa tahun): 29.

Nurhayati, Siti. “Implementasi Prinsip Kemaslahatan Anak dalam Hadhanah Pasca Perceraian.” Jurnal Al-Ihkam 17, no. 1 (2022): 115–13.

Nyoto, et al. “Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua.” Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi Dan Pemikiran Hukum Islam 11, no. 2 (2019): 482–83.

Pengadilan Agama Nganjuk. “Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Agama Nganjuk.” Sippa PA Nganjuk, 2025. https://sipp.pa-nganjuk.go.id/statistik_perkara.

Rahman, Fitria. “Hadhanah dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia.” Jurnal Hukum Islam 17, no. 2 (2019): 223–39.

Ramadhani, Putri Erika, and Hetty Krisnani. “Analisis Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Anak Remaja.” Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial 2, no. 1 (2019): 111–12. https://doi.org/10.24198/focus.v2i1.23126.

Ramlah, Ramlah. “Tanggungjawab Orang Tua Terhadap Hak Hadhanah Dan Nafkah Anak Pasca Perceraian: Perspektif Hukum Islam Dan Putusan Pengadilan Agama.” Harakat An-Nisa: Jurnal Studi Gender Dan Anak 1, no. 1 (2021): 1–12. https://doi.org/10.30631/harakatan-nisa.2021.61.1-12.

Sari, Rita. Hak Asuh Anak Pasca Perceraian. Cetakan I. Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi, 2024.

Shirotol, Ahmad. “Hak Anak Dalam Perspektif Hukum Islam: Pelanggaran Dan Penyelesaiannya.” Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik 1, no. 6 (2024): 174–75. https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/4225/3780.

Sholihah, Hani. “Perbandingan Hak-Hak Anak Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Dan Hukum Islam.” Al-Afkar: Journal for Islamic Studies 1, no. 2 (2018): 94. https://doi.org/10.5281/zenodo.3554863.

Tang, Ahmad. “98 | Hak-Hak Anak Dalam Pasal 54 UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.” Jurnal Pendidikan Islam: Prodi PAI Pascasarjana IAIN Bone 2, no. 2 (2019): 103–4.

Undang-Undang Nomor 01 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Pasal 41 huruf (b); Pasal 45 ayat (1 dan 2).

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pasal 1 ayat (1).

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Pasal 1 angka (2).

Windari, Ratna Artha. “Penegakan Hukum Terhadap Perlindungan Anak Di Indonesia.” Jurnal UNDISKA 1, no. 1 (2011): 15.

Yana, Lutfi, and Ali Trigiyanto. “Pemenuhan Hak Nafkah Anak Pasca Perceraian.” Al Hukkam: Journal of Islamic Family Law 2, no. 2 (2022): 117.

Zulfani, Ade Aprilia, and Enny Mirfa. “Faktor Penyebab Tidak Terlaksananya Pemenuhan Hak Nafkah Anak Oleh Orang Tua.” Meukuta Alam 6, no. 1 (2024): 4.

Downloads

Published

2026-08-02

How to Cite

Binti Ni’matul Mufarrichah, & Mufidah. (2026). Implementasi Pemenuhan Hak Anak pada Keluarga Menengah ke Bawah Pasca Cerai (Studi di Desa Kepuh, Kec. Kertosono, Kab. Nganjuk). Kartika: Jurnal Studi Keislaman, 6(3), 3979–3996. https://doi.org/10.59240/kjsk.v6i3.922